Bojong, Warta NU Tegal
Koordinator TPQ Metode Tilawati Kecamatan Jatinegara dan Bojong menggelar rapat koordinasi dan persiapan Ujian Akhir Santri (UAS) Tahun 2026 di Wisata Prabalintang, Sabtu (19/9/2026). Pertemuan yang diikuti para kepala TPQ Metode Tilawati tersebut menjadi momentum evaluasi program sekaligus membahas sejumlah agenda strategis untuk memperkuat pengelolaan pendidikan Al-Qur’an di kedua kecamatan.
Selain membahas pertanggungjawaban pelaksanaan Ujian Akhir Tahun 2025/1447 H, forum tersebut membicarakan persiapan UAS Santri 2026/1448 H, evaluasi kegiatan, serta rencana program lanjutan. Salah satu agenda yang turut menjadi perhatian adalah upaya mewujudkan gedung sekretariat Koordinator Metode Tilawati Kecamatan Jatinegara dan Bojong sebagai pusat koordinasi dan pelayanan program.
Sekretaris Koordinator Metode Tilawati Kecamatan Jatinegara dan Bojong, Tahmid, mengatakan pertemuan kali ini memiliki suasana berbeda karena dilaksanakan di kawasan wisata. Menurutnya, forum tersebut tetap diarahkan pada pembahasan serius mengenai evaluasi program dan penguatan tata kelola organisasi.
“Pertemuan sore hari ini ada yang berbeda karena kita melaksanakannya di Wisata Prabalintang. Namun, substansinya tetap untuk evaluasi dan koordinasi program Metode Tilawati,” ujarnya.
Tahmid menjelaskan, salah satu agenda utama adalah penyampaian Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Ujian Akhir Tahun 2025/1447 H. Ia menyampaikan bahwa rincian pemasukan dan pengeluaran akan dibagikan melalui grup komunikasi Metode Tilawati agar dapat diketahui dan dipelajari bersama oleh para pengurus dan kepala TPQ.
“Terkait SPJ tahun kemarin, tahun 2025, nanti kami share di grup Tilawati, mulai dari pemasukan sampai pengeluaran, sehingga semuanya dapat diketahui bersama,” jelasnya.
Selain pertanggungjawaban keuangan dan persiapan ujian, Tahmid menyebut forum juga membahas rencana jangka panjang, termasuk kebutuhan sekretariat. Untuk UAS tahun 2026, berdasarkan pembahasan sementara dengan mempertimbangkan jumlah santri, disepakati kisaran biaya ujian sebesar Rp250.000 hingga Rp270.000 per santri, sembari menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Ketua Koordinator Kecamatan dan pengurus pusat Metode Tilawati.
“Program lainnya adalah bagaimana Metode Tilawati ini ke depan mempunyai gedung sekretariat. Untuk ujian tahun ini, sementara diputuskan biaya per santri Rp250.000 sampai Rp270.000, sambil melihat hasil koordinasi pengurus dengan Ketua Koordinator Kecamatan dan pengurus pusat,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Koordinator Metode Tilawati Kecamatan Jatinegara dan Bojong, Ustadz Kosim, yang hadir mewakili Ketua Koordinator, Kiai Muhaimin Abdul Chalim, menyampaikan bahwa koordinasi semacam ini penting untuk menyatukan langkah seluruh TPQ Metode Tilawati. Menurutnya, setiap program perlu dibicarakan bersama agar pelaksanaannya berjalan tertib dan sesuai dengan kebutuhan lembaga serta santri.
Ustadz Kosim juga menekankan pentingnya persiapan Ujian Akhir Santri 2026 dilakukan secara matang. Ia berharap seluruh kepala TPQ dapat mengikuti hasil koordinasi dan mempersiapkan data santri maupun kebutuhan teknis ujian sejak awal.
“Ujian akhir santri harus dipersiapkan dengan baik, termasuk pendataan santri dan kesiapan masing-masing TPQ, sehingga pelaksanaannya nanti dapat berjalan tertib dan lancar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penguatan kelembagaan Metode Tilawati juga menjadi bagian penting dari pembahasan bersama. Rencana memiliki sekretariat diharapkan dapat mendukung koordinasi, administrasi, serta berbagai kegiatan pembinaan TPQ di Kecamatan Jatinegara dan Bojong.
“Kami berharap hasil pertemuan ini tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dapat ditindaklanjuti bersama. Semoga koordinasi semakin kuat dan program Metode Tilawati dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pendidikan Al-Qur’an serta pembinaan generasi Qur’ani,” pungkas Ustadz Kosim. (Admin)












