Dukuhwaru, Warta NU Tegal
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Slaranglor menggelar Lailatul Ijtima di Musholla Ar Ridwan, Slaranglor, Jumat malam (25/9/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut diikuti jajaran pengurus, Badan Otonom (Banom) NU, dan jamaah sebagai ruang mempererat silaturahmi sekaligus merawat tradisi amaliah warga Nahdliyin.
Lailatul Ijtima diisi dengan dzikir, doa, dan tausiyah keagamaan. Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menyatukan langkah dan memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan khidmah di lingkungan NU Slaranglor.
Rois Syuriah PRNU Slaranglor, Ustadz Solihudin, dalam kajiannya mengingatkan bahwa berkhidmah di NU hendaknya tidak hanya dipahami sebagai aktivitas organisasi. Menurutnya, setiap pengabdian perlu dilandasi niat yang tulus dan keikhlasan agar kegiatan yang dilakukan memiliki nilai ibadah.
“Berkhidmah di NU bukan hanya tentang menjalankan kegiatan organisasi, tetapi bagaimana setiap langkah kita dilakukan dengan niat yang tulus dan ikhlas,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keikhlasan menjadi salah satu fondasi penting dalam menjalankan amanah organisasi. Ketika seseorang mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya dengan niat yang baik, maka setiap proses yang dilalui dapat menjadi bagian dari amal kebaikan.
“Kita harus terus memperbaiki niat dalam setiap khidmah. Jangan sampai kegiatan yang baik justru kehilangan keberkahannya karena niat yang kurang tepat,” tutur Solihudin.
Solihudin juga mengajak seluruh pengurus dan warga NU untuk menjaga kebersamaan dalam menjalankan berbagai program organisasi. Menurutnya, kekuatan NU tidak hanya terletak pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada kekompakan seluruh warga dan Banom dalam menjalankan amanah.
“Kebersamaan harus terus kita rawat. Pengurus, Banom, dan jamaah hendaknya saling menguatkan sehingga khidmah yang kita lakukan dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap Lailatul Ijtima dapat terus menjadi tradisi yang memberikan ruang bagi warga NU untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mengingat kembali tujuan utama berkhidmah.
“Mari kita berorganisasi dengan kebersamaan, berkhidmah dengan keikhlasan, dan berharap keberkahan dari Allah SWT. Insyaallah jika niat kita baik dan langkah kita bersama, keberkahan akan menyertai perjuangan kita,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan sederhana seperti Lailatul Ijtima memiliki makna penting dalam menjaga kesinambungan tradisi ke-NU-an di tingkat ranting.
“Semoga Lailatul Ijtima ini terus menjadi tradisi yang menyatukan langkah seluruh keluarga besar PRNU Slaranglor beserta seluruh Banom. Kita jaga NU dengan guyub, kompak, dan terus berkhidmah untuk agama, masyarakat, dan kemaslahatan bersama,” pungkas Ustadz Solihudin.
Editor : Tahmid
Kontributor : Ustadz. Arindra Bagus Santoso












