lapsus  

PAC GP Ansor Jatinegara Bakal Gelar Safari Kebangsaan, Padukan Ngaji Budaya dan Penguatan Ukhuwah

Avatar photo
Rapat Persiapan Safari Kebangsaan dan Ngaji Budaya PAC GP Ansor Jatinegara digelar di Gedung MWCNU Jatinegara, Senin (14/9/2026), sebagai persiapan kegiatan yang akan berlangsung di Halaman Kecamatan Jatinegara, Ahad malam Senin (27/9/2026).

Jatinegara, Warta NU Tegal

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, bakal menggelar Safari Kebangsaan dan Ngaji Budaya sebagai ruang silaturahmi, penguatan wawasan kebangsaan, sekaligus ikhtiar merawat tradisi dan budaya di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Ahad malam Senin, (27/09/2026), di Halaman Kecamatan Jatinegara.

Mengusung tema “Bersatu dalam Kebangsaan, Melestarikan Budaya, Menguatkan Ukhuwah”, kegiatan ini mempertemukan semangat kebangsaan dengan kekayaan budaya lokal dan nilai-nilai persaudaraan. Safari Kebangsaan tersebut juga menjadi ruang perjumpaan antara kader Ansor, masyarakat, pemerintah, dan tokoh agama maupun tokoh masyarakat untuk memperkuat kebersamaan serta kepedulian terhadap kehidupan sosial di tingkat lokal.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Jatinegara, Nur Fathi, mengatakan Safari Kebangsaan tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi diharapkan mampu menghadirkan ruang dialog dan silaturahmi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Kami ingin Safari Kebangsaan ini menjadi ruang silaturahmi bagi kader Ansor, masyarakat, pemerintah, dan para tokoh. Kebangsaan harus kita rawat bersama melalui komunikasi, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitar kita,” ujar Nur Fathi.

Menurutnya, penguatan wawasan kebangsaan perlu berjalan beriringan dengan upaya melestarikan budaya lokal. Budaya, kata dia, merupakan bagian dari identitas masyarakat yang perlu dikenalkan dan diwariskan kepada generasi muda.

“Budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur yang bisa menjadi sarana pendidikan bagi generasi muda. Karena itu, budaya harus kita rawat, kita kenalkan, dan kita hidupkan kembali dalam kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Flayer Safari Kebangsaan PAC GP Ansor Kecamatan Jatinegara.

Safari Kebangsaan tersebut juga akan menghadirkan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Ki Haryo Entus Susmono sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Selain itu, kegiatan melibatkan Camat Jatinegara H. Muhammad Sugeng serta jajaran PAC GP Ansor Kecamatan Jatinegara.

Baca Lainnya  Basith Wahib: Klinik NU Maju Bukan Karena Gedung, tapi Semangat, Komitmen, dan Kebersamaan Pengurus

Nur Fathi menilai keterlibatan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kebersamaan. Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penguatan kehidupan sosial tidak dapat dilakukan oleh satu kelompok saja.

“Kami berharap kehadiran pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, kader Ansor, dan seluruh elemen yang terlibat dapat menjadi kekuatan bersama. Kolaborasi seperti ini penting agar semangat kebangsaan dan ukhuwah benar-benar dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Konsep Ngaji Budaya menjadi salah satu bagian utama dalam kegiatan tersebut. Melalui pendekatan budaya, GP Ansor Jatinegara berupaya menghadirkan ruang pembelajaran sosial yang dapat mempertemukan berbagai generasi sekaligus menanamkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap daerah.

Dalam konteks gerakan kepemudaan NU, Nur Fathi menegaskan bahwa semangat kebangsaan dan pelestarian budaya memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah. Menurutnya, ukhuwah, toleransi, gotong royong, dan kemaslahatan merupakan nilai yang perlu terus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Bagi kami di GP Ansor, kebangsaan dan keislaman tidak perlu dipertentangkan. Justru nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah mengajarkan pentingnya menjaga ukhuwah, menghormati perbedaan, bergotong royong, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap Safari Kebangsaan dan Ngaji Budaya dapat memberikan manfaat yang lebih luas serta tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Kader Ansor diharapkan semakin memiliki kepedulian untuk hadir dan berkhidmah di tengah masyarakat melalui berbagai gerakan sosial, keagamaan, kebangsaan, dan kebudayaan.

“Kami ingin kegiatan ini memiliki keberlanjutan. Setelah acara selesai, semangatnya tetap hidup dalam gerakan kader untuk terus berkhidmah, menjaga kerukunan, merawat budaya, dan hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Nur Fathi.

Editor: Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *