KH Solikhin: Kasih Sayang Guru Mampu Mengubah Masa Depan Seseorang

Avatar photo
Mustasyar MWCNU Kecamatan Bojong sekaligus Ketua Komite SMP Negeri 2 Bojong, KH Solikhin, memberikan sambutan dalam Pagelaran Seni Tahun 2026 SMP Negeri 2 Bojong yang digelar di halaman sekolah pada Sabtu (30/5/2026).

Bojong, Warta NU Tegal

Pagelaran Seni Akhir Tahun dan Pelepasan Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Bojong berlangsung di halaman sekolah, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan yang dihadiri guru, wali murid, tokoh masyarakat, dan para siswa tersebut menjadi momentum penuh haru sekaligus refleksi atas perjalanan pendidikan selama tiga tahun.

Dalam kesempatan itu, Mustasyar MWCNU Kecamatan Bojong yang juga Ketua Komite SMP Negeri 2 Bojong, KH Solikhin, menyampaikan pesan-pesan mendalam tentang pentingnya menghormati guru, menjaga nama baik sekolah, serta membangun tekad kuat untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Kami atas nama komite sekolah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh bapak dan ibu guru yang telah mendidik anak-anak kami dengan penuh kesabaran selama tiga tahun,” ujarnya.

Menurutnya, tugas mendidik bukanlah pekerjaan yang ringan karena setiap anak memiliki karakter dan latar belakang yang berbeda-beda.

“Tentu tidak semua anak mudah diarahkan. Ada yang patuh, ada pula yang memerlukan perhatian lebih. Karena itu jasa para guru sangat besar dan patut dihormati,” katanya.

KH Solikhin mengajak para orang tua untuk terus menjalin hubungan baik dengan para guru meskipun anak-anak mereka telah lulus dari sekolah.

“Walaupun hari ini anak-anak telah menyelesaikan pendidikannya, kami berharap silaturahmi dengan para guru tetap terjaga agar anak-anak senantiasa mendapatkan doa-doa terbaik,” tuturnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh siswa agar selalu menjaga nama baik almamater dan tidak menyebarkan hal-hal negatif tentang sekolah maupun guru.

“Jika ada banyak kebaikan yang kalian peroleh selama belajar di sekolah ini, maka ceritakanlah kepada masyarakat. Sebarkan hal-hal yang positif dan membanggakan,” ungkapnya.

Menurutnya, menjaga kehormatan lembaga pendidikan merupakan bagian dari akhlak mulia yang harus dimiliki oleh setiap alumni.

Baca Lainnya  MTs Al Falah Cerih Jatinegara Tembus Semifinal Olimpiade MA Al Hikmah 2 Brebes, Bukti Daya Saing Madrasah NU

“Jangan sampai hal-hal kecil yang kurang berkenan justru menjadi bahan cerita. Sebaliknya, tutuplah kekurangan dan perlihatkan kebaikan yang telah kalian dapatkan,” pesannya.

KH Solikhin kemudian menyampaikan kisah inspiratif tentang seorang guru yang begitu menjaga kehormatan muridnya meskipun melakukan kesalahan.

“Dalam kitab-kitab pendidikan diceritakan tentang seorang guru yang tidak ingin mempermalukan muridnya meskipun mengetahui ada kesalahan yang dilakukan,” jelasnya.

Ia menuturkan kisah seorang siswa yang pernah mengambil jam tangan milik temannya, namun sang guru memilih menutup mata ketika melakukan pemeriksaan agar tidak mengetahui siapa pelakunya.

“Guru tersebut memeriksa seluruh murid dengan mata terpejam. Beliau tidak ingin melihat langsung siapa murid yang melakukan kesalahan,” katanya.

Menurutnya, tindakan itu menunjukkan betapa besar kasih sayang seorang guru kepada anak didiknya.

“Guru tidak ingin harga diri muridnya hancur. Guru juga tidak ingin rasa kasih sayangnya berkurang hanya karena mengetahui kesalahan muridnya,” imbuhnya.

KH Solikhin menjelaskan bahwa sikap penuh kasih itu akhirnya mengubah kehidupan sang murid menjadi lebih baik.

“Anak yang pernah berbuat salah itu kemudian bertekad memperbaiki diri setelah keluar dari sekolah dan akhirnya menjadi orang yang sukses,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan sejati bukan sekadar memberikan ilmu, melainkan juga menumbuhkan kesadaran untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

“Kasih sayang guru mampu mengubah masa depan seseorang. Karena itu jangan pernah meremehkan doa dan pengorbanan seorang guru,” tuturnya.

KH Solikhin mengajak para siswa untuk menjadikan kisah tersebut sebagai motivasi dalam menjalani kehidupan setelah lulus dari SMP.

“Mulai hari ini tanamkan tekad yang kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih disiplin, dan lebih bertanggung jawab,” pesannya.

Baca Lainnya  KH Muhammad Yusuf Al Hafidz: Alumni MA Al Ikhlas Cerih Harus Jadi Generasi Berakhlak dan Bermanfaat bagi Umat

Menurutnya, masa depan seseorang sangat ditentukan oleh kesungguhan dalam belajar dan memperbaiki diri.

“Kesuksesan tidak datang secara tiba-tiba. Kesuksesan lahir dari kerja keras, kedisiplinan, doa, dan akhlak yang baik,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan dunia harus selalu diiringi dengan nilai-nilai agama dan akhlakul karimah.

“Jadilah anak-anak yang sukses, tetapi jangan pernah meninggalkan akhlak mulia yang telah diajarkan oleh orang tua dan para guru,” ujarnya.

Menutup sambutannya, KH Solikhin mendoakan seluruh siswa agar diberikan kemudahan dalam meraih cita-cita dan menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

“Mudah-mudahan kalian semua menjadi generasi yang membanggakan keluarga, mengharumkan nama sekolah, dan menjadi manusia yang membawa manfaat bagi sesama,” pungkasnya.

Pagelaran Seni Akhir Tahun SMP Negeri 2 Bojong berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Selain menjadi ajang pelepasan siswa kelas IX, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya akhlak, penghormatan kepada guru, serta tekad untuk terus belajar dan berkarya demi masa depan yang lebih baik. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tradisi pendidikan Nahdlatul Ulama yang menempatkan adab dan ilmu sebagai fondasi utama dalam membangun generasi penerus bangsa.

Editor : Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *