Warta  

Sekolah Lansia Qurrota A’yun dan Sosialisasi JKN Digelar, MWCNU Jatinegara Ajak Warga NU Berobat di Klinik NU Pratama

Avatar photo
Wakil Ketua Tanfidziyah MWCNU Jatinegara, Abdul Aziz, menyampaikan sambutan pada kegiatan Sekolah Lansia Qurrota A'yun dan Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan pada Selasa, (14/07/2026), di Gedung MWCNU Jatinegara.

Jatinegara, Warta NU Tegal

Muslimat NU Kecamatan Jatinegara menggelar kegiatan Sekolah Lansia Qurrota A’yun yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Gedung MWCNU Jatinegara, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini diikuti para peserta didik Sekolah Lansia Qurrota A’yun yang merupakan anggota Muslimat NU se-Kecamatan Jatinegara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tanfidziyah MWCNU Jatinegara H. M. Romdhan, Wakil Ketua Tanfidziyah MWCNU Jatinegara Abdul Aziz, jajaran pengurus MWCNU, pengurus Muslimat NU, serta para peserta Sekolah Lansia Qurrota A’yun. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Nahdlatul Ulama dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan warga melalui edukasi pemanfaatan layanan JKN dan penguatan fasilitas kesehatan milik NU.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Jatinegara, H. M. Romdhan, mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk memberikan dukungan nyata terhadap keberadaan fasilitas kesehatan milik organisasi.

“Warga NU harus bersama-sama membesarkan lembaga yang kita miliki. Salah satunya dengan memanfaatkan layanan kesehatan di Klinik NU Pratama Jatinegara sebagai rumah pelayanan kesehatan warga Nahdliyin,” ujarnya.

Ia menghimbau kepada warga NU yang telah memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan, baik peserta mandiri maupun peserta yang iurannya ditanggung pemerintah, agar segera melakukan perpindahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ke Klinik NU Pratama Jatinegara.

“Kalau kita sudah memiliki BPJS, mari kita pulang ke rumah sendiri. Semakin banyak warga NU yang berobat di Klinik NU, maka semakin kuat pula pelayanan kesehatan yang dibangun oleh jam’iyah,” tuturnya.

Menurut H. M. Romdhan, keberadaan Klinik NU Pratama bukan hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga merupakan bentuk kemandirian organisasi dalam melayani umat.

“Membangun NU tidak hanya melalui pengajian dan pendidikan, tetapi juga melalui pelayanan kesehatan yang profesional dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” katanya.

Baca Lainnya  Panitia FASI IX BADKO LPQ Kabupaten Tegal Matangkan Persiapan, Tekankan Efektivitas Acara dan Profesionalitas Penjurian

Menutup sambutannya, ia berharap seluruh badan otonom dan lembaga NU di Kecamatan Jatinegara dapat menjadi pelopor dalam mendukung program tersebut.

“Mari kita wujudkan semangat gotong royong warga Nahdliyin dengan menguatkan seluruh amal usaha NU agar semakin berkembang dan memberikan manfaat yang luas,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Tanfidziyah MWCNU Jatinegara, Abdul Aziz, menegaskan bahwa perpindahan layanan BPJS ke Klinik NU merupakan bentuk kecintaan terhadap organisasi.

“Warga NU Jatinegara yang memiliki BPJS sudah saatnya pulang ke rumah sendiri. Klinik NU adalah milik bersama yang harus kita rawat dan kita besarkan,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh jamaah Muslimat NU menjadi duta informasi di lingkungan masing-masing agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan dan pelayanan Klinik NU Pratama Jatinegara.

“Sampaikan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat bahwa Klinik NU siap memberikan pelayanan kesehatan yang baik, ramah, dan profesional,” katanya.

Menurut Abdul Aziz, kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada jumlah anggota, tetapi juga pada kepedulian warganya dalam memanfaatkan serta menjaga seluruh aset dan amal usaha NU.

“Jika warga NU kompak mendukung lembaga miliknya sendiri, maka manfaatnya akan kembali dirasakan oleh warga NU dan masyarakat secara luas,” jelasnya.

Editor : Tahmid
Kontributor: Rukoyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *