Jatinegara, Warta NU Tegal
Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Jatinegara menggelar rapat koordinasi dalam rangka Pra Musyawarah Kerja (Musker) sekaligus penguatan pendampingan lembaga, Ahad (26/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung MWCNU Jatinegara ini dihadiri jajaran pengurus harian serta para ketua lembaga di lingkungan MWCNU, sebagai langkah awal menyusun arah program kerja lima tahun ke depan.
Pra Musker ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan visi organisasi, sekaligus memastikan setiap bidang memiliki rencana kerja yang terukur, sistematis, dan berdampak nyata bagi jam’iyyah dan masyarakat.
Selain itu, forum ini juga menegaskan pentingnya koordinasi lintas lembaga agar gerak organisasi Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan semakin solid dan terarah.
Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Jatinegara, H. Muhammad Ramdhan, dalam arahannya menegaskan pentingnya perencanaan matang sebagai fondasi gerak organisasi.
“Pra Musker ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi ruang untuk merumuskan langkah strategis organisasi lima tahun ke depan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa setiap bidang harus mampu menyusun program kerja yang realistis namun tetap progresif.
“Program yang disusun harus bisa dilaksanakan, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi warga Nahdliyyin,” katanya.
Menurutnya, perencanaan yang baik akan menentukan keberhasilan organisasi dalam menjalankan khidmah.
“Kalau perencanaannya matang, insyaallah pelaksanaannya juga akan lebih mudah dan terarah,” imbuhnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antarbidang dalam menjalankan program kerja.
“Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, semua harus saling terhubung dan saling menguatkan,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, masing-masing ketua bidang memaparkan rencana kerja untuk periode lima tahun ke depan.
“Paparan dari masing-masing bidang ini penting agar kita mengetahui arah gerak bersama,” ungkapnya.
Ia menilai bahwa keterbukaan dalam menyampaikan program menjadi kunci koordinasi yang efektif.
“Dengan saling mengetahui program, kita bisa saling mendukung dan menghindari tumpang tindih kegiatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pengurus untuk menjadikan Musker sebagai pijakan gerakan organisasi.
“Musker nanti harus menghasilkan keputusan yang aplikatif, bukan hanya konsep di atas kertas,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menjalankan hasil Musker.
“Yang lebih penting dari perencanaan adalah pelaksanaan dan konsistensi,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya program, tetapi dari dampaknya.
“Program sedikit tapi berdampak itu lebih baik daripada banyak program tapi tidak terasa manfaatnya,” tandasnya.
Ia pun menekankan pentingnya pendampingan lembaga sebagai bagian dari penguatan struktur.
“MWCNU harus hadir mendampingi lembaga agar berjalan sesuai dengan garis organisasi,” jelasnya.
Ia berharap setiap lembaga mampu berkembang dan memberikan kontribusi nyata.
“Lembaga harus aktif, produktif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Menutup arahannya, ia mengajak seluruh pengurus untuk menjaga kekompakan.
“Kunci utama keberhasilan organisasi adalah kebersamaan dan kekompakan,” pungkasnya.
Dengan digelarnya Pra Musker ini, diharapkan MWCNU Kecamatan Jatinegara mampu menyusun program kerja yang terarah, berkelanjutan, serta semakin menguatkan peran Nahdlatul Ulama sebagai pelayan umat dan penjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah di tengah masyarakat.
Editor : Tahmid












