Warta  

KH. Fahrurozi: Luruskan Niat Khidmah di NU, Keberkahan Dunia dan Akhirat Akan Mengikuti

Avatar photo
Rais Syuriah KH. Fahrurozi menyampaikan khutbah iftitah pada acara Musyawarah Kerja Pengurus MWCNU Jatinegara yang dilaksanakan di Gedung MWCNU Kecamatan Jatinegara pada Jumat, (1/5/2026).

Jatinegara, Warta NU Tegal

Musyawarah Kerja (Musyker) MWCNU Jatinegara Masa Khidmah 2026–2031 yang digelar di Gedung MWCNU Jatinegara, Jumat (1/5/2026), berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pengurus MWCNU serta lembaga-lembaga di bawah naungannya.

Kegiatan diawali dengan khutbah iftitah oleh Rais Syuriah MWCNU Jatinegara, KH. Fahrurozi, yang menekankan pentingnya meluruskan niat dalam berkhidmah di Nahdlatul Ulama agar berorientasi pada kemaslahatan dunia dan akhirat.

Dalam khutbahnya, KH. Fahrurozi berharap seluruh rangkaian kegiatan membawa manfaat bagi para pengurus.

“Hikmahnya mudah-mudahan membawa manfaat untuk menyelamatkan kita semua dalam khidmah di Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pentingnya pemahaman yang utuh terhadap pesan yang disampaikan.

“Apa yang saya sampaikan, mudah-mudahan semua yang hadir di sini sudah paham, dan yang belum paham berusaha untuk memahami,” tuturnya.

Menurutnya, khidmah di Nahdlatul Ulama harus dilandasi keyakinan yang kuat.

“Kita selalu khidmah di Nahdlatul Ulama, dan jika ditanya ragu atau tidak, insya Allah kita tidak ragu,” katanya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tingkat keyakinan tersebut perlu terus ditingkatkan.

“Kalau ditanya yakin atau belum, insya Allah sudah yakin, hanya saja prosentasenya masih kecil,” imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa keyakinan tersebut berkaitan dengan cara pandang terhadap berbagai persoalan kehidupan.

“Artinya, kita meyakini sesuatu, tetapi sejauh mana prosentasi keyakinan kita dalam menghadapi berbagai masalah,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengutip firman Allah SWT sebagai dasar penguatan niat dalam berkhidmah.

“Firman Allah SWT:

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ حَرْثَ الْاٰخِرَةِ نَزِدْ لَهٗ فِيْ حَرْثِهٖۚ وَمَنْ كَانَ يُرِيْدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهٖ مِنْهَاۙ وَمَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ نَّصِيْبٍ ۝٢٠,” .

Ia menegaskan bahwa ayat tersebut telah dipahami oleh para hadirin.

Baca Lainnya  Rapat Persiapan Maulid di Kalimanggis Sitail, Panitia Perkuat Soliditas dan Targetkan 90 Persen Anggaran Terkumpul

“Alhamdulillah, semuanya sudah paham,” ungkapnya.

Menurutnya, siapa pun yang berorientasi pada kepentingan akhirat akan mendapatkan tambahan keberkahan dari Allah.

“Barang siapa yang menghendaki kepentingan akhirat, Allah akan menambah keberkahan dan melancarkan usahanya,” terangnya.

Ia menekankan bahwa keberkahan itu datang dari niat yang tulus karena Allah SWT.

“Segala usaha yang diiringi dengan niat karena Allah, insya Allah akan diberi kelancaran,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengaitkan hal tersebut dengan khidmah di Nahdlatul Ulama.

“Kalau benar-benar khidmah di NU, apa pun usaha kita, insya Allah tidak akan kesulitan dan akan mendapatkan keberkahan,” tegasnya.

Ia menyebut bahwa hal tersebut merupakan janji Allah yang tidak akan diingkari.

“Ini adalah janji Allah, tidak akan ingkar, pasti usaha kita akan lancar dan bertambah berkah,” lanjutnya.

Namun demikian, ia mengingatkan adanya konsekuensi bagi mereka yang hanya berorientasi duniawi.

“Barang siapa yang hanya menghendaki dunia, Allah akan berikan, tetapi di akhirat tidak ada bagiannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kesuksesan duniawi bisa diraih, tetapi tanpa nilai akhirat akan menjadi sia-sia.

“Dalam urusan harta, Allah bisa memberikan kesuksesan, tetapi jika niatnya hanya dunia, maka di akhirat habis,” jelasnya.

Ia juga menyoroti fenomena keberanian dalam urusan dunia dibandingkan urusan akhirat.

“Dalam urusan dunia, kita berani, bahkan sendirian pun berani, apalagi bersama-sama,” katanya.

Sebaliknya, ia menilai semangat dalam urusan akhirat masih perlu ditingkatkan.

“Tetapi dalam urusan akhirat, sering kali kita ragu dan tidak maksimal,” imbuhnya.

Ia mencontohkan realitas dalam pengelolaan amal usaha organisasi.

“Kadang kita mengelola lembaga, tetapi hasilnya belum maksimal dan masih banyak kekurangan,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam urusan dunia yang bersifat instan, menurutnya justru lebih cepat berkembang.

Baca Lainnya  HIPSI Tegal Siap Luncurkan Warung Sate Tegalan: Ikhtiar Santri Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan

“Dalam usaha dunia yang instan, sering kali justru cepat berhasil,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh pengurus untuk memperkuat niat dalam berkhidmah.

“Khidmah dalam NU harus dilandasi kebersamaan dan niat yang kuat,” tegasnya.

Menutup khutbahnya, ia mengingatkan bahwa khidmah di NU membutuhkan konsistensi dan kesungguhan.

“Kalau kita bersama-sama dalam khidmah, insya Allah akan maju, meskipun ada dinamika naik turun,” pungkasnya.

Editor : Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *