Dukuhwaru, Warta NU Tegal
Kaderisasi menjadi salah satu ikhtiar penting Nahdlatul Ulama (NU) dalam menyiapkan generasi yang mampu menjaga kesinambungan gerakan organisasi di tengah masyarakat. Semangat tersebut tampak dalam Pendidikan Kader Dasar (PKD) IV PAC GP Ansor Kecamatan Dukuhwaru yang diikuti sebanyak 61 peserta di Gedung NU PRNU Desa Blubuk, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Kamis (11/9/2026).
Kegiatan kaderisasi tersebut tidak sekadar menjadi ruang pembekalan organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat berkhidmat, berdiskusi, dan mengambil peran di tengah masyarakat. Sejumlah tokoh turut hadir memberikan dukungan, di antaranya Kepala Desa Blubuk, Sekretaris PCNU Kabupaten Tegal sekaligus anggota DPRD Kabupaten Tegal H. Saiful Bahri, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal Abdul Basir, Ketua MWCNU Dukuhwaru KH Mustaqim, Camat Dukuhwaru, serta Ketua Panitia PKD IV Tri Asnawi.
Ketua Panitia PKD IV PAC GP Ansor Dukuhwaru, Tri Asnawi, mengatakan pelaksanaan PKD merupakan bagian dari upaya memperkuat kaderisasi sekaligus menyiapkan kader yang memiliki komitmen terhadap organisasi dan mampu melanjutkan perjuangan NU di tingkat masyarakat. Menurutnya, proses kaderisasi menjadi bekal penting agar para peserta memiliki pemahaman dan semangat untuk terus berkhidmat melalui Ansor dan NU.
“PKD ini menjadi bagian dari proses kaderisasi untuk menyiapkan kader-kader Ansor yang memiliki semangat berorganisasi dan berkhidmat. Kami berharap apa yang diperoleh selama kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi peserta untuk diterapkan setelah kembali ke lingkungan masing-masing,” ujar Tri Asnawi.
Ia menambahkan, 61 peserta yang mengikuti PKD IV diharapkan tidak berhenti pada keikutsertaan dalam kegiatan kaderisasi, tetapi mampu meneruskan semangat perjuangan melalui berbagai aktivitas organisasi dan kemasyarakatan.
“Kader yang sudah mengikuti PKD harus mampu membawa semangat baru. Setelah dari sini, harapannya mereka bisa aktif di ranting maupun lingkungan masing-masing dan ikut menghidupkan gerakan Ansor serta NU,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Dukuhwaru, Ustaz Rizkon, menegaskan bahwa kaderisasi harus melahirkan kader yang tidak hanya memahami nilai-nilai ke-NU-an, tetapi juga memiliki keberanian untuk hadir dan mengambil peran di tengah masyarakat. Menurutnya, PKD hendaknya menjadi titik awal bagi kader untuk bergerak lebih nyata dalam menghidupkan kegiatan organisasi dan kemasyarakatan.
“Harapannya gerakannya semakin bertambah dan para kader bisa menjadi penggerak di tengah masyarakat. Jangan sampai PKD hanya berhenti sebagai kegiatan atau seremoni, tetapi setelah ini ada gerakan nyata yang dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Ustaz Rizkon.
Ia berharap para kader yang telah mengikuti PKD mampu menjadi bagian dari kekuatan NU di tingkat akar rumput dengan menjaga semangat kebersamaan, menghidupkan organisasi, serta menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.
“Kader itu bukan hanya hadir, tetapi harus bergerak dan menggerakkan. Dari Blubuk ini kita berharap lahir kader-kader yang siap berkhidmat, menjaga nilai-nilai Aswaja, serta ikut memperkuat gerakan NU di masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Tahmid
Kontributor : Arindra Bagus Santoso












