Bojong, Warta NU Tegal
LAZISNU Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bojong kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kepedulian sosial melalui program Koin NU. Pada Rabu (22/7/2026), jajaran pengurus MWCNU Bojong melaksanakan pentasarufan Koin NU kepada Ananda Afiq Azka Ramadhani, putra Bapak Andra Bandi Suhendra, warga Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.
Pentasarufan tersebut diberikan sebagai bentuk bantuan kemanusiaan kepada Ananda Afiq Azka yang merupakan salah satu peserta khitan massal. Karena mengalami kelainan medis pasca tindakan, Afiq harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soeselo Slawi. Kehadiran jajaran pengurus MWCNU Bojong diharapkan dapat memberikan dukungan moral sekaligus meringankan beban keluarga yang tengah menghadapi ujian.
Dalam kesempatan itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Bojong, Ustadz Slamet, menegaskan bahwa pentasarufan Koin NU merupakan implementasi nyata nilai-nilai kepedulian sosial yang menjadi bagian dari khidmah Nahdlatul Ulama kepada umat.
“Kegiatan pentasarufan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian kita terhadap sesama. Inilah semangat gotong royong dan saling membantu yang terus dijaga oleh warga Nahdliyin,” ujar Ustadz Slamet.
Ia menyampaikan bahwa nominal bantuan yang diberikan mungkin tidak sebanding dengan kebutuhan biaya pengobatan, namun diharapkan dapat menjadi ikhtiar bersama yang membawa manfaat serta menguatkan semangat keluarga dalam menghadapi cobaan.
“Bantuan ini mungkin jumlahnya tidak seberapa, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi Ananda Afiq Azka yang saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit,” tuturnya.
Ustadz Slamet juga mengajak untuk mendoakan kesembuhan Afiq Azka serta memohon agar keluarga diberikan kekuatan dan kesabaran dalam mendampingi proses pengobatan.
“Mari kita panjatkan doa terbaik agar Allah SWT segera mengangkat penyakit Ananda Afiq Azka, memberikan kesembuhan yang sempurna, serta menganugerahkan ketabahan dan keikhlasan kepada Bapak Andra Bandi beserta keluarga,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa biaya perawatan yang harus ditanggung keluarga mencapai sekitar Rp15 juta. Kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya memperkuat gerakan Koin NU sebagai instrumen sosial untuk membantu warga yang sedang mengalami kesulitan.
“Kita tidak pernah tahu siapa yang akan membutuhkan pertolongan. Karena itu, gerakan Koin NU harus terus dihidupkan di setiap ranting agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan program Koin NU tidak hanya bergantung pada besarnya dana yang terkumpul, tetapi juga pada tumbuhnya kesadaran kolektif warga Nahdliyin untuk saling peduli dan berbagi.
“Ketika Koin NU berjalan dengan baik di setiap ranting, insyaallah akan semakin banyak saudara-saudara kita yang bisa dibantu. Semoga semangat berbagi ini terus menjadi budaya di lingkungan Nahdlatul Ulama,” pungkas Ustadz Slamet.
Editor: Tahmid
Kontributor: M. Maftukhi












