Warta  

Pelantikan PR Fatayat NU Lembasari, Kader Diajak Menjaga Marwah Organisasi dan Dukung Klinik Pratama NU

Avatar photo
Wakil Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Jatinegara, Ustadz Syaeful Aziz, memberikan arahan dalam kegiatan Mudzakaroh Triwulanan PAC Fatayat NU Kecamatan Jatinegara yang digelar di Desa Lembasari, Sabtu (25/7/2026).

Jatinegara, Warta NU Tegal

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Jatinegara kembali menggelar Mudzakaroh Triwulanan yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Desa Lembasari, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan dihadiri jajaran pengurus MWCNU Kecamatan Jatinegara, pengurus PAC Fatayat NU, perwakilan Pimpinan Ranting Fatayat se-Kecamatan Jatinegara, serta tokoh masyarakat. Selain prosesi pelantikan, kegiatan juga diisi dengan mudzakaroh sebagai ruang penguatan organisasi, peningkatan kapasitas kader, dan penyelarasan program kerja di tingkat kecamatan maupun ranting.

Dalam arahannya, Wakil Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Jatinegara, Ustadz Syaeful Aziz, mengajak seluruh kader Fatayat NU untuk senantiasa meluruskan niat dalam setiap aktivitas organisasi. Menurutnya, berkhidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar menjalankan amanah kepengurusan, melainkan bagian dari ibadah yang harus dijaga keikhlasannya.

“Mari kita niatkan seluruh aktivitas di Fatayat NU sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada jam’iyyah. Keikhlasan menjadi pondasi utama agar perjuangan kita membawa keberkahan bagi organisasi maupun masyarakat,” ujar Ustadz Syaeful Aziz.

Ia menegaskan bahwa kader Fatayat NU memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah organisasi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, seluruh kader diharapkan mampu menjadi teladan dalam akhlak, pengabdian, serta pelayanan kepada umat.

“Fatayat NU harus hadir sebagai wajah perempuan Nahdlatul Ulama yang santun, cerdas, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya. Marwah organisasi harus terus dijaga melalui sikap dan tindakan para kader,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ustadz Syaeful Aziz mendorong seluruh kader untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui proses belajar yang berkelanjutan. Menurutnya, tantangan zaman menuntut kader perempuan NU memiliki kompetensi yang semakin baik di berbagai bidang.

“Jangan pernah berhenti belajar. Kader Fatayat harus terus mengembangkan potensi, baik dalam bidang keagamaan, sosial, ekonomi, pendidikan, maupun kepemimpinan, sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” ungkapnya.

Baca Lainnya  Gotong Royong Warga Rembul Tembus Rp11,7 Juta, PRNU dan Banom NU Salurkan Bantuan ke Pos Lazisnu

Ia juga mengingatkan bahwa organisasi yang kuat lahir dari kader yang aktif dan memiliki semangat kebersamaan. Karena itu, sinergi antara PAC dan seluruh Pimpinan Ranting harus terus dipererat agar setiap program dapat berjalan secara optimal.

“Kekuatan Fatayat NU berada pada kekompakan dan soliditas kadernya. Bangun komunikasi yang baik, saling menguatkan, dan jadikan organisasi sebagai rumah besar untuk saling belajar serta bertumbuh bersama,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Syaeful Aziz turut mengajak seluruh kader Fatayat NU mendukung salah satu program unggulan MWC NU Kecamatan Jatinegara, yaitu pengembangan Klinik Pratama NU sebagai bentuk ikhtiar mewujudkan kemandirian jam’iyyah di bidang kesehatan.

“Klinik Pratama NU adalah aset bersama warga Nahdliyin. Keberhasilannya membutuhkan dukungan seluruh badan otonom, termasuk Fatayat NU. Mari kita bersama-sama membesarkan lembaga milik Nahdlatul Ulama,” katanya.

Ia berharap kader Fatayat NU dapat menjadi pelopor dalam mengajak keluarga besar Nahdliyin memanfaatkan layanan kesehatan milik NU dengan memindahkan Fasilitas Kesehatan (Faskes) primer ke Klinik Pratama NU.

“Saya mengajak seluruh kader Fatayat NU untuk menjadi contoh dengan memindahkan Faskes primer keluarga ke Klinik Pratama NU. Langkah sederhana ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap kemandirian organisasi,” imbuhnya.

Menurutnya, keberhasilan membangun kemandirian jam’iyyah tidak hanya ditentukan oleh kepengurusan, tetapi juga oleh partisipasi aktif seluruh warga Nahdlatul Ulama dalam memanfaatkan dan mengembangkan aset-aset organisasi.

“Apabila seluruh warga NU memiliki rasa memiliki terhadap lembaga-lembaga NU, insyaallah jam’iyyah akan semakin kuat, mandiri, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Menutup arahannya, Ustadz Syaeful Aziz mengucapkan selamat kepada jajaran Pimpinan Ranting Fatayat NU Desa Lembasari yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menghadirkan program-program yang bermanfaat, memperkuat kaderisasi, serta memperluas peran Fatayat NU di tengah kehidupan masyarakat.

Baca Lainnya  PAC IPNU-IPPNU Margasari Audiensi dengan Waka Kesiswaan MTs Miftahul Ulum, Dorong Makesta dan Pendirian PK IPNU-IPPNU

Editor : Tahmid
Kontributor: Mohamad Furqon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *