Sosok  

KH Mahfudz Basori, Ulama Penggerak Kemandirian Ekonomi NU yang Mengabdikan Hidup untuk Dakwah dan Pendidikan

Avatar photo
Almarhum KH Mahfudz Basori Tegal.

Lebaksiu, Warta NU Tegal

Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tegal memiliki banyak ulama yang meninggalkan jejak pengabdian panjang bagi umat. Salah satu di antaranya adalah almaghfurlah KH Mahfudz Basori, sosok kiai yang dikenal istiqamah dalam perjuangan dakwah, pendidikan, penguatan organisasi, hingga membangun kemandirian ekonomi warga Nahdliyin melalui berbagai ikhtiar nyata.

Semasa hidupnya, KH Mahfudz Basori tidak hanya dikenal sebagai pengasuh pesantren dan pendidik, tetapi juga sebagai tokoh NU yang memiliki perhatian besar terhadap pemberdayaan ekonomi umat. Berbagai gagasan dan langkah strategis beliau menjadi fondasi bagi berkembangnya gerakan ekonomi Nahdlatul Ulama di Kabupaten Tegal.

Pantauan Warta NU Tegal, keteladanan KH Mahfudz Basori hingga kini masih dikenang oleh para santri, keluarga, dan warga Nahdliyin. Semangat perjuangan beliau dalam mengabdi kepada agama, organisasi, dan masyarakat menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus merawat khidmah di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Salah satu warisan penting KH Mahfudz Basori adalah pelopor penguatan kemandirian ekonomi warga NU melalui pembentukan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) di lingkungan Nahdlatul Ulama Kabupaten Tegal. Gagasan tersebut lahir dari kepedulian beliau agar warga Nahdliyin memiliki lembaga ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat kemandirian organisasi.

Komitmen tersebut kemudian diwujudkan melalui pembangunan Gedung Center MWCNU Kecamatan Lebaksiu. Kehadiran gedung tersebut tidak hanya menjadi pusat aktivitas organisasi, tetapi juga diharapkan menjadi motor penggerak, ujung tombak pelayanan umat, sekaligus pusat pemberdayaan ekonomi warga Nahdliyin di wilayah Lebaksiu dan sekitarnya.

Dalam bidang keilmuan, KH Mahfudz Basori dikenal aktif mengikuti forum Bahtsul Masail. Menurut menantu beliau, Ustadz Ja’far, almarhum senantiasa hadir dan memberikan pandangan keagamaan dengan penuh ketekunan dalam setiap pembahasan persoalan umat. “Dalam kajian Bahtsul Masail beliau selalu aktif dan dengan gigih memecahkan persoalan agama demi kemaslahatan umat. Hal ini dilakukan untuk menjaga umat dan memperkuat ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” tuturnya.

Baca Lainnya  Logat Tegalannya Viral di Tengah Duka, Pak RT Mankus Padasari Tetap Tegar Mengabdi untuk Warga

KH Mahfudz Basori lahir di Desa Slarang Kidul, Kecamatan Lebaksiu, sekitar 74 tahun sebelum wafatnya. Pendidikan keagamaan beliau dimulai di Pondok Pesantren Babakan Lebaksiu, kemudian melanjutkan mondok di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso sebagai santri KH Jazuli. Bekal keilmuan yang diperoleh selama nyantri menjadi landasan kuat dalam perjalanan dakwah dan pengabdiannya kepada masyarakat.

Sepulang dari pesantren, beliau meneruskan perjuangan ayahandanya, KH Basori, di Desa Timbangreja. Sejak tahun 1968 hingga 2010, beliau mengelola Madrasah Ibtidaiyah sebagai sarana mencetak generasi Muslim yang berilmu dan berakhlak. Selain itu, sejak tahun 1980 hingga 2003 beliau juga mengelola Pondok Pesantren Al-Falah yang berada di belakang kediamannya sebagai pusat pendidikan Islam bagi masyarakat.

Pengabdian KH Mahfudz Basori di Nahdlatul Ulama dimulai dari tingkat ranting, kemudian Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), hingga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal. Beliau dipercaya mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah MWCNU Lebaksiu selama dua periode, yakni 2006–2016, kemudian menjadi Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tegal, menunjukkan besarnya kepercayaan warga Nahdliyin terhadap kapasitas keilmuan dan kepemimpinan beliau.

Ketua MWCNU Pagerbarang, Abdul Ghony Al Hafidz, mengenang KH Mahfudz Basori sebagai sosok ulama yang sangat istiqamah dalam memperjuangkan agama dan organisasi. Menurutnya, keteladanan almarhum dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah menjadi warisan berharga yang patut diteruskan oleh generasi muda NU. “Beliau adalah pribadi yang istiqamah dalam memperjuangkan agama dan Nahdlatul Ulama sehingga sangat layak menjadi teladan bagi kita semua,” ungkapnya.

Pada Senin, 11 Desember 2017 pukul 15.30 WIB, KH Mahfudz Basori berpulang ke rahmatullah setelah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk dakwah, pendidikan, dan Nahdlatul Ulama. Jenazah beliau dimakamkan pada Selasa, 12 Desember 2017 di pemakaman umum Desa Timbangreja, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, diiringi doa keluarga, para santri, dan masyarakat yang kehilangan seorang ulama kharismatik.

Baca Lainnya  Logat Tegalannya Viral di Tengah Duka, Pak RT Mankus Padasari Tetap Tegar Mengabdi untuk Warga

Jejak pengabdian KH Mahfudz Basori menjadi bukti bahwa perjuangan seorang ulama tidak hanya diwujudkan melalui mimbar dakwah, tetapi juga melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi, penguatan organisasi, serta keteladanan akhlak. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, melimpahkan maghfirah dan rahmat-Nya, serta menempatkan almaghfurlah KH Mahfudz Basori di tempat terbaik di sisi-Nya. Al-Fatihah.

Editor: Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *