Slawi, Warta NU Tegal
Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tegal menggelar pelantikan dan rapat kerja kepengurusan masa khidmat 2026–2031 di Gedung Serbaguna PC Muslimat NU Kabupaten Tegal, Ahad (13/9/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban.”
Pelantikan menjadi momentum dimulainya amanah baru bagi jajaran pengurus PC Muslimat NU Kabupaten Tegal. Setelah prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat kerja untuk merumuskan arah dan program organisasi selama lima tahun mendatang. Sejumlah unsur hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain jajaran PCNU Kabupaten Tegal, PW Muslimat NU Jawa Tengah, pemerintah daerah, Kementerian Agama, organisasi perempuan, badan otonom NU, serta perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se-Kabupaten Tegal.
Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tegal, Ibu Hj. Alfiyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa kepengurusan Muslimat NU merupakan amanah sekaligus bentuk pengabdian kepada umat. Ia mengajak seluruh pengurus meluruskan niat, memperkuat kolaborasi, menjaga profesionalitas organisasi, serta menjadikan perjuangan di Muslimat NU sebagai bagian dari khidmah kepada Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
“Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas rahmat dan karunia-Nya. Hari ini kita dapat berkumpul dalam acara pelantikan dan rapat kerja Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Tegal dengan tema ‘Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban’. Shalawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Semoga kita mendapatkan syafaat beliau di yaumil qiyamah. Amin,” tutur Hj. Alfiyah.
“Kepengurusan ini, tugas kita ini adalah amanah. Tidak serta-merta seperti kita bekerja di kedinasan. Berorganisasi itu berbeda dengan berada pada tugas kedinasan. Bedanya di mana? Kita melayani umat, khususnya warga Muslimat Nahdlatul Ulama, dan ini nantinya akan dimintai pertanggungjawabannya kelak. Sehingga kami mohon kepada semua pengurus, luruskan niat kita. Sekali lagi, luruskan niat kita seperti janji yang tadi kita sampaikan,” tegasnya.
“Maslahatul ‘am muqaddam ‘ala maslahatil khashah, kepentingan umum harus didahulukan daripada kepentingan pribadi. Ini menjadi catatan bagi kita semua sebagai pengurus yang baru saja dilantik. Kita harus menempatkan kepentingan organisasi dan kemaslahatan umat di atas kepentingan pribadi,” lanjut Hj. Alfiyah.
“Kesuksesan sebuah organisasi adalah adanya kolaborasi di antara pengurus satu dengan yang lain. Kita harus saling memahami apa job description kita. Tidak bisa ketua Muslimat memegang uang sekaligus merangkap sebagai bendahara. Itu tidak profesional. Sekretaris juga jangan memegang uang seakan-akan bendahara tidak memiliki ruang. Insyaallah, di Muslimat hal-hal seperti ini sudah diajarkan bertahun-tahun oleh senior-senior kita,” ujarnya.
“Job description, kolaborasi, saling membantu, dan saling mengingatkan. Ini merupakan pengalaman yang sudah diajarkan oleh senior-senior kita. Mudah-mudahan kita bisa meneruskan tradisi baik tersebut dan mampu merapatkan barisan dalam menjalankan roda organisasi Muslimat NU Kabupaten Tegal,” katanya.
“Kemudian perlu kami sampaikan, kita meminta bimbingan dan dukungan. Bimbingan dan dukungan ini sangat dibutuhkan. Kerja sama yang baik antara NU, badan otonom, dan pemerintah daerah Kabupaten Tegal menjadi sesuatu yang sangat penting dalam menjalankan program-program organisasi,” tutur Hj. Alfiyah.
“Alhamdulillah, pemerintah daerah Kabupaten Tegal sekarang dipimpin oleh orangnya sendiri. Terima kasih Pak Bupati atas dukungannya kepada Muslimat NU Kabupaten Tegal. Dukungan pemerintah tentu menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bergerak dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” ungkapnya.
“Insyaallah pada tahun 2027 PC Muslimat NU Kabupaten Tegal akan mendapatkan mobil Innova. Ini sudah disampaikan dan didukung oleh Bapak Bupati. Terima kasih Pak Bupati. Ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan yang luar biasa bagi organisasi,” ujarnya disambut suasana hangat dan tepuk tangan peserta.
“Dan ini juga merupakan dukungan dari mantan ketua sebelumnya. Beliau telah berusaha, tetapi yang mendapatkan rezekinya adalah ketua yang baru. Itulah kehidupan dalam organisasi. Yang berusaha adalah ketua lama, yang mendapatkan rezeki ketua baru. Terima kasih kepada Ibu Ketua Lama atas dukungan dan pengabdiannya yang luar biasa,” kata Hj. Alfiyah.
“Ibu-ibu yang saya banggakan, mari kita bersama-sama niatkan dengan lurus. Niatkan hati kita untuk bersama-sama mengabdi dan berjuang melalui Muslimat Nahdlatul Ulama. Muslimat merupakan perantara atau wasilah bagi kita untuk berjuang, berkhidmah, dan menebarkan kemanfaatan kepada umat,” pesannya.
“Berjuang melalui Muslimat adalah perantara atau wasilah kita agar kehidupan menjadi berkah. Doa-doa kita mudah-mudahan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan catatan kita menjadi pengurus Muslimat yang benar-benar memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Ini yang paling penting,” tegasnya.
“Jadi, perjuangan kita bukan karena bupatinya, bukan karena ketuanya, tetapi karena kita berjuang dengan niat yang ikhlas. Mari kita bersama-sama mengabdi dan berjuang. Insyaallah, kalau niat kita benar dan perjuangan kita ikhlas, kehidupan kita akan menjadi berkah dan keluarga kita menjadi keluarga yang saleh dan salehah,” tutur Hj. Alfiyah.
“Saya melihat para pengurus yang hadir hari ini benar-benar telah berniat untuk memperjuangkan Muslimat Nahdlatul Ulama di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Tadi kita sudah berjanji dan berikrar. Mudah-mudahan janji tersebut benar-benar kita laksanakan dalam bentuk pengabdian, kerja nyata, dan perjuangan untuk umat,” pungkasnya.
“Kurang dan lebihnya saya mohon maaf. Kami mohon dukungan, mohon doa restu dari seluruh pihak. Semoga kepengurusan PC Muslimat NU Kabupaten Tegal masa khidmat 2026–2031 dapat menjalankan amanah dengan baik, mampu merapatkan barisan, memperkuat kolaborasi, serta memberikan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.,” pungkas Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tegal, Hj. Alfiyah.
Editor: Tahmid












