Warta  

Sambut Hari Santri 2026, DPD HIPSI Kabupaten Tegal Resmikan Sekretariat Baru di Slawi

Avatar photo
Peresmian kantor sekretariat baru DPD HIPSI Kabupaten Tegal di sisi barat daya Alun-Alun Slawi, Ahad (18/10/2026), sebagai upaya memperkuat organisasi dan mengembangkan kewirausahaan santri dalam menyambut Hari Santri Nasional 2026.

Slawi, Warta NU Tegal

Menyambut peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (DPD HIPSI) Kabupaten Tegal meresmikan kantor sekretariat baru di sisi barat daya Alun-Alun Slawi, Ahad (18/10/2026). Kehadiran kantor tersebut menjadi langkah untuk memperkuat koordinasi organisasi sekaligus mendorong pengembangan kewirausahaan di kalangan santri dan alumni pesantren.

Peresmian berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pengurus HIPSI, tokoh agama, perwakilan pondok pesantren, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah. Sekretaris DPW HIPSI Provinsi Jawa Tengah, M. Kholidul Adib, turut hadir mewakili Ketua DPW HIPSI Jawa Tengah. Momentum ini diharapkan memperkuat peran santri dalam membangun kemandirian ekonomi umat melalui jejaring usaha dan kolaborasi lintas sektor.

Ketua DPD HIPSI Kabupaten Tegal, Eko Wahyudi, menyampaikan bahwa pemilihan lokasi sekretariat di pusat Kota Slawi bertujuan memudahkan komunikasi dan koordinasi antara pengurus, pelaku UMKM santri, serta berbagai pemangku kepentingan.

“Kami berharap keberadaan sekretariat ini menjadi pusat aktivitas organisasi, tempat pengurus menyusun program, membangun jejaring, dan mengembangkan potensi wirausaha santri agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Eko menambahkan, sekretariat baru tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat administrasi organisasi, tetapi juga ruang kolaborasi dan pengembangan usaha. Melalui pendampingan, pelatihan, serta penguatan jejaring, HIPSI berupaya mendorong lahirnya santripreneur yang mandiri dan berdaya saing di era digital.

“Santri memiliki bekal nilai keagamaan, etos kerja, dan semangat kemandirian. Potensi ini perlu dikembangkan agar mampu melahirkan pelaku usaha yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia juga berharap kantor sekretariat dapat menjadi ruang bertemunya gagasan dan peluang usaha yang melibatkan santri, alumni pesantren, serta pelaku UMKM. Menurutnya, penguatan ekonomi santri perlu dilakukan melalui kerja sama dan program yang berkelanjutan.

Baca Lainnya  Jalur Clirit Kembali Amblas hingga 50 Cm, Polisi Imbau Warga Gunakan Jalur Alternatif

“Dengan adanya tempat koordinasi yang representatif, kami ingin membangun komunikasi yang lebih intensif, menyusun program secara terarah, dan memperluas kemitraan demi kemajuan pengusaha santri di Kabupaten Tegal,” tegas Eko.

Sementara itu, Sekretaris DPW HIPSI Jawa Tengah, M. Kholidul Adib, menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran Dewan Pembina dan Dewan Pengurus DPD HIPSI Kabupaten Tegal atas hadirnya sekretariat baru yang berlokasi strategis di kawasan Alun-Alun Slawi. Ia menilai sekretariat memiliki peran penting sebagai pusat operasional, koordinasi, dan pelayanan organisasi.

“Saya mengucapkan selamat kepada HIPSI Kabupaten Tegal. Semoga kantor sekretariat baru ini menjadi sarana yang mendukung aktivitas organisasi dan memperkuat perjuangan para pengusaha santri serta alumni pesantren,” ujarnya.

Adib menjelaskan, keberadaan sekretariat memungkinkan pengurus bertemu secara rutin untuk membangun kesepahaman, menjalankan program kerja, memperluas jaringan, dan melakukan evaluasi. Menurutnya, organisasi membutuhkan ruang bersama agar komunikasi internal dan pelaksanaan agenda dapat berjalan lebih terarah.

“Fungsi sekretariat ini sangat penting sebagai sarana aktivitas organisasi. Dengan memiliki sekretariat baru, para pengurus bisa senantiasa bertemu untuk membangun kesepahaman bersama, menyukseskan program kerja, membangun jaringan, dan melakukan evaluasi secara berkala,” tuturnya.

Lebih lanjut, Adib menegaskan bahwa keberlangsungan organisasi dapat dilihat dari aktivitas yang berjalan di sekretariat. Karena itu, ia berharap kantor baru tersebut benar-benar dimanfaatkan sebagai pusat gerakan dan bukan sekadar simbol keberadaan organisasi.

“Denyut nadi organisasi ada pada sekretariat. Ketika kantor dibuka dan aktivitas berjalan, itu menunjukkan organisasi terus bergerak. Sebaliknya, jika tidak ada aktivitas, hal itu patut menjadi bahan evaluasi bersama. Saya berharap HIPSI Kabupaten Tegal semakin maju dan sukses melaksanakan program-programnya,” tegasnya.

Editor: Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *