Dukuhwaru, Warta NU Tegal
Belajar agama tidak berhenti pada memahami ilmu dan ibadah secara pribadi, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut dapat menjadi bekal untuk hadir dan bermanfaat di tengah masyarakat. Semangat itulah yang ditunjukkan PAC Fatayat NU Kecamatan Dukuhwaru melalui Pelatihan Pemulasaran Jenazah di Masjid Darun Nikmah, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00–16.00 WIB tersebut diikuti sekitar 50 peserta. Pelatihan menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Dukuhwaru, Ustadz Darisman, sebagai pemateri, dengan materi seputar tata cara pemulasaran jenazah sesuai tuntunan fikih serta praktik yang perlu dipahami oleh peserta.
Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Dukuhwaru, KH Mustaqim, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kemampuan mengurus jenazah merupakan bagian dari kepedulian sosial yang penting dimiliki warga, termasuk kader perempuan muda NU.
“Pemulasaran jenazah bukan hanya persoalan pengetahuan agama, tetapi juga bentuk kepedulian kita kepada sesama,” ujarnya.
KH Mustaqim menilai kegiatan semacam ini perlu terus dikembangkan agar semakin banyak kader Fatayat yang memiliki bekal keagamaan sekaligus keterampilan sosial.
“Ketika ada warga yang meninggal dunia, masyarakat membutuhkan orang-orang yang memahami tata cara pengurusan jenazah dengan baik dan benar,” katanya.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bekal yang dapat diamalkan ketika masyarakat membutuhkan.
“Semoga ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dan menjadi bagian dari khidmah Fatayat NU kepada masyarakat,” tutur KH Mustaqim.
Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Dukuhwaru, Rowi Jayanti, mengatakan pelatihan digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader agar tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki keterampilan yang bermanfaat bagi lingkungan.
“Kami ingin anggota Fatayat memiliki keberanian dan kemampuan untuk membantu masyarakat, salah satunya dalam pemulasaran jenazah,” ungkapnya.
Menurut Rowi, antusiasme sekitar 50 peserta menunjukkan bahwa kader Fatayat memiliki semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.
“Alhamdulillah, peserta cukup antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk menghadirkan kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat langsung,” jelasnya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pelatihan tersebut.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dan mendukung kegiatan ini. Semoga ilmu yang kita dapatkan hari ini bermanfaat dan bisa dipraktikkan ketika masyarakat membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Dukuhwaru, Ustadz Darisman, menjelaskan bahwa pemulasaran jenazah merupakan bagian penting dari fardhu kifayah yang perlu dipahami masyarakat.
“Pengurusan jenazah memiliki ketentuan fikih yang perlu dipahami, mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga menguburkan,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya memahami teori sekaligus praktik agar masyarakat tidak ragu ketika menghadapi kondisi nyata.
“Pengetahuan saja belum cukup. Karena itu, peserta perlu memahami tahapan pemulasaran secara langsung sehingga ketika dibutuhkan mereka memiliki bekal dan tidak merasa takut atau bingung,” terangnya.
Ustadz Darisman berharap pelatihan semacam itu dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan masyarakat.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan melahirkan kader-kader yang siap membantu masyarakat dalam pelaksanaan fardhu kifayah, khususnya ketika ada warga yang meninggal dunia,” pungkasnya.
Editor : Tahmid
Kontributor : Arindra Bagus Santoso












