Warta  

Pemasangan Kubah Musholla H. Abdul Ghono di Dukuh Gondang Penyalahan Jadi Momentum Memperkuat Ukhuwah Warga

Avatar photo
Pemasangan kubah Musholla H. Abdul Ghono di Dukuh Gondang, Desa Penyalahan, Jatinegara, Kabupaten Tegal, Ahad (27/9/2026), berlangsung semarak dalam balutan semangat gotong royong dan kebersamaan warga.

Jatinegara, Warta NU Tegal

Antusiasme masyarakat tampak mengiringi pemasangan kubah Musholla H. Abdul Ghono di Dukuh Gondang, Desa Penyalahan, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Ahad (27/9/2026). Kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat gotong royong dan kebersamaan dalam mendukung pembangunan sarana ibadah di lingkungan setempat.

Rangkaian kegiatan berlangsung semarak dengan iringan lima mobil yang membawa masyarakat menuju lokasi pemasangan kubah. Kedatangan rombongan disambut grup rebana Al Munawaroh Penyalahan, yang beranggotakan ibu-ibu masyarakat Dukuh Gondang. Lantunan rebana turut memberikan suasana religius sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Kegiatan pemasangan kubah tersebut tidak hanya dimaknai sebagai proses pembangunan fisik musholla, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kepedulian dan kebersamaan masyarakat. Musholla sebagai tempat ibadah diharapkan terus menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus ruang perjumpaan warga dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Pengurus Takmir Musholla H. Abdul Ghono, Ustadz. Mustolihun, dalam sambutanya mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah. Menurutnya, kebersamaan dalam membangun dan memakmurkan tempat ibadah merupakan bagian dari amal sosial yang memiliki nilai penting dalam kehidupan umat.

“Pemasangan kubah ini jangan hanya kita lihat sebagai pembangunan bangunan secara fisik. Lebih dari itu, mari kita jadikan momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan mempererat hubungan antarsesama masyarakat,” ujar Ustadz. Mustolihun.

Ia menekankan bahwa kekuatan masyarakat akan tumbuh ketika warga mampu menjaga persaudaraan, saling membantu, dan bergotong royong dalam kebaikan. Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mendorong umat untuk menjaga persatuan dan kemaslahatan bersama.

“Ketika masyarakat bisa berkumpul, saling membantu, dan bergotong royong dalam kebaikan, insyaallah akan tumbuh kekuatan dan keberkahan. Jangan sampai perbedaan membuat kita berjauhan, tetapi jadikan perbedaan sebagai bagian dari kekayaan dalam menjaga persaudaraan,” tuturnya.

Baca Lainnya  UPZIS NU Jatinegara Digitalisasi Data Penerima Santunan untuk Perkuat Ketepatan Sasaran

Ustadz. Mustolihun juga mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada pembangunan fisik musholla. Setelah kubah terpasang, musholla diharapkan semakin hidup dengan kegiatan ibadah, pengajian, pendidikan Al-Qur’an, serta berbagai kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Musholla jangan hanya bagus bangunannya, tetapi juga harus hidup dengan jamaahnya. Mari kita ramaikan dengan shalat berjamaah, pengajian, membaca Al-Qur’an, dan kegiatan keagamaan lainnya agar musholla benar-benar menjadi pusat pembinaan umat,” katanya.

Menurutnya, semangat memakmurkan musholla merupakan bagian dari upaya menjaga tradisi keagamaan masyarakat sekaligus mewariskan nilai-nilai Islam kepada generasi berikutnya. Karena itu, keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, perlu terus didorong agar memiliki kepedulian terhadap masjid dan musholla sebagai pusat kehidupan umat.

“Mari kita rawat musholla ini bersama-sama. Bukan hanya takmir yang bertanggung jawab, tetapi seluruh masyarakat memiliki bagian untuk memakmurkan dan menjaganya. Semoga dari tempat ini lahir generasi yang cinta ibadah, cinta persaudaraan, dan cinta kepada sesama,” pungkas Ustadz. Mustolihun.

Editor : Tahmid
Kontributor: Ustadz. Nur Khalim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *