Warta  

Sambangan Santri PP Al-Falah MIM Karangtengah Pererat Silaturahmi Wali Santri dan Pesantren

Avatar photo
FKWS Pondok Pesantren Al-Falah MIM Karangtengah, Pemalang, menggelar Sambangan Santri dengan rangkaian shalat Dhuha berjamaah dan kajian Kitab Khozinatul Asror sebagai sarana mempererat silaturahmi wali santri dan pesantren.

Pemalang, Warta NU Tegal

Forum Komunikasi Wali Santri (FKWS) Pondok Pesantren Al-Falah MIM Karangtengah, Kabupaten Pemalang, menggelar kegiatan Sambangan Santri pada Ahad (27/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antara wali santri dengan pihak pesantren.

Kegiatan diisi dengan shalat Dhuha berjamaah dan kajian kitab Khozinatul Asror. Para wali santri mengikuti rangkaian kegiatan dengan suasana khidmat sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam mendukung pembinaan keagamaan dan pendidikan santri di lingkungan pesantren.

Ketua FKWS PP Al-Falah MIM Karangtengah, Ustadz Miftahul Makno, mengatakan bahwa kegiatan Sambangan Santri tidak sekadar menjadi kesempatan bagi wali santri untuk berkunjung, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi yang lebih dekat antara keluarga santri dan pesantren. Menurutnya, komunikasi yang baik diperlukan agar proses pendidikan dan pembinaan santri dapat berjalan secara bersama-sama.

“Kegiatan ini bermaksud agar hubungan antara wali santri dengan pondok semakin erat, sehingga terjalin komunikasi yang baik. Kami ingin wali santri tidak hanya mengetahui perkembangan putra-putrinya, tetapi juga ikut membangun hubungan yang harmonis dengan pihak pesantren,” ujar Miftahul Makno.

Ia menjelaskan, kedekatan antara wali santri dan pesantren merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan santri. Sinergi tersebut diharapkan dapat menciptakan kesamaan langkah dalam mendampingi santri, baik dalam aspek pendidikan, akhlak, maupun penguatan nilai-nilai keislaman.

“Melalui kegiatan seperti ini, wali santri dapat bertemu dan bersilaturahmi secara langsung dengan lingkungan pondok. Harapannya, komunikasi yang terbangun semakin terbuka dan segala hal yang berkaitan dengan pendidikan santri dapat dibicarakan dengan baik,” katanya.

Miftahul Makno menambahkan, kegiatan Sambangan Santri dilaksanakan secara berkala setiap tiga bulan sekali. Agenda tersebut diharapkan menjadi ruang silaturahmi yang terus terjaga sekaligus sarana bagi wali santri untuk mendapatkan penguatan keagamaan melalui kegiatan yang dilaksanakan di pesantren.

Baca Lainnya  Menghidupkan Nilai Zakat dan Kepedulian Sosial, BADKO LPQ Jatinegara Laksanakan Pentasyarufan UPZ

“InsyaAllah kegiatan ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Selain menjadi ajang sambangan, kami berharap kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar menjaga silaturahmi, memperkuat ukhuwah, dan bersama-sama mendukung pesantren dalam membentuk santri yang berilmu, berakhlak, serta memiliki nilai-nilai keislaman yang kuat,” pungkasnya.

Editor: Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *