Tarub, Warta NU Tegal
Sebanyak 63 kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dari 22 ranting se-Kecamatan Tarub mengikuti Latihan Kader Dasar (LKD) Fatayat NU Kecamatan Tarub pada Sabtu-Ahad (26–27/09/2026). Kegiatan yang berlangsung di SMK NU 1 Hasyim Asy’ari Tarub tersebut menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat kapasitas kader sekaligus meneguhkan semangat khidmah perempuan NU di tengah masyarakat.
Rangkaian kaderisasi berlangsung dalam suasana penuh semangat, kebersamaan, dan keceriaan. Para peserta tidak hanya mendapatkan penguatan wawasan keorganisasian, tetapi juga memperoleh ruang untuk belajar, berproses, membangun jejaring, serta mempererat ukhuwah antarkader Fatayat NU dari berbagai ranting.
Kegiatan tersebut dihadiri sekaligus dibuka Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Tegal, Sahabat Aminatul Islamiyah. Menurutnya, kaderisasi merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi agar Fatayat NU memiliki kader yang memahami nilai-nilai ke-NU-an, memiliki komitmen berorganisasi, dan siap mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.
“Kaderisasi tidak hanya berbicara tentang penambahan pengetahuan, tetapi juga bagaimana membentuk karakter kader yang memiliki komitmen terhadap organisasi dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Karena itu, LKD harus menjadi ruang belajar sekaligus ruang untuk menumbuhkan semangat khidmah,” ujar Sahabat Aminatul Islamiyah.
Ia menambahkan, keberadaan 63 kader dari 22 ranting menunjukkan adanya semangat yang kuat dari Fatayat NU di tingkat kecamatan hingga ranting untuk terus melakukan penguatan organisasi. Menurutnya, kader yang telah mengikuti proses kaderisasi diharapkan mampu membawa energi positif bagi organisasi dan masyarakat di lingkungannya masing-masing.
“Kami berharap para peserta tidak berhenti setelah mengikuti LKD. Justru setelah kaderisasi ini, proses belajar dan berkhidmah harus terus berjalan. Kader Fatayat perlu hadir dengan kapasitas, keteladanan, dan kepedulian sehingga keberadaan organisasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Tarub, Sahabat Hj. Ainul Kiromah, mengatakan bahwa LKD menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi kaderisasi Fatayat NU di Kecamatan Tarub. Menurutnya, pertemuan kader dari 22 ranting juga menjadi kesempatan untuk mempererat komunikasi dan membangun kebersamaan dalam menjalankan program organisasi.
“LKD ini kami arahkan bukan sekadar sebagai kegiatan pelatihan, tetapi sebagai proses bersama untuk belajar dan bertumbuh. Para kader perlu saling mengenal, saling menguatkan, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap keberlangsungan organisasi di tingkat ranting maupun kecamatan,” ungkap Sahabat Ainul Kiromah.
Ia menegaskan bahwa kader Fatayat NU harus memiliki kesiapan untuk berkhidmah sesuai dengan kapasitas dan potensi masing-masing. Karena itu, proses kaderisasi diharapkan dapat melahirkan kader yang tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilai ke-NU-an dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, setelah mengikuti LKD, kader semakin percaya diri untuk mengambil peran. Tidak harus semuanya berada di posisi yang sama, tetapi masing-masing dapat memberikan kontribusi sesuai kemampuan. Yang terpenting adalah ada kemauan untuk belajar, bergerak, dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” tuturnya.
Sahabat Ainul Kiromah juga menekankan bahwa kaderisasi merupakan proses yang berkelanjutan. “Kami ingin semangat dari LKD ini terus dibawa pulang ke ranting masing-masing. Dari sana kader dapat mengembangkan potensi, memperkuat organisasi, menjaga ukhuwah, dan meneruskan tradisi khidmah NU. Sebab, dari kader yang terus belajar dan bergerak itulah keberlangsungan organisasi dapat dijaga,” pungkasnya.
Editor : Tahmid












