Warta  

Alumni PP Al Falah MIM Gelar Pertemuan Rutin ITMAM, Rawat Silaturahmi dan Kaji Fathul Qorib

Avatar photo
Pertemuan rutin ITMAM, wadah alumni Pondok Pesantren Al Falah MIM Karangtengah, di Desa Pucangluwuk, Bojong, Ahad (6/9/2026), sebagai ikhtiar mempererat silaturahmi dan menjaga ikatan batin antarlulusan pesantren.

Bojong, Warta NU Tegal

Ikatan alumni Pondok Pesantren Al Falah MIM Karangtengah yang tergabung dalam Ittihadul Mutakhorrijin Al Falah MIM (ITMAM) kembali menggelar pertemuan rutin sebagai ikhtiar mempererat silaturahmi dan menjaga ikatan batin antarlulusan pesantren. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Pucangluwuk, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Ahad (6/9/2026).

Pertemuan yang dilaksanakan setiap Ahad awal bulan itu diisi dengan kajian kitab Fathul Qorib. Kegiatan menjadi ruang bagi para alumni untuk kembali memperdalam khazanah keilmuan pesantren sekaligus memperkuat hubungan antaralumni dan hubungan dengan almamater. Pertemuan tersebut dipandu langsung Ketua ITMAM, Ustadz Abdul Rohman, didampingi Sekretaris Ustadz Miftahul Ma’no.

Sekretaris ITMAM, Ustadz Miftahul Ma’no, mengatakan pertemuan rutin merupakan wadah bagi alumni PP Al Falah MIM Karangtengah untuk terus menjaga komunikasi dan silaturahmi meskipun para alumni telah menjalani aktivitas masing-masing di tengah masyarakat.

“ITMAM menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antarsesama alumni dan juga menjaga hubungan dengan pondok pesantren sebagai almamater,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan wadah alumni tidak hanya penting dalam membangun komunikasi, tetapi juga menjadi sarana untuk melanjutkan tradisi keilmuan yang telah diperoleh selama belajar di pesantren. Kajian kitab Fathul Qorib menjadi salah satu bentuk ikhtiar tersebut.

“Kami ingin ikatan batin yang sudah terbangun selama menjadi santri tetap terjaga. Salah satunya melalui pertemuan rutin dan kegiatan kajian kitab,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan yang digelar secara rutin setiap Ahad awal bulan diharapkan dapat menjadi agenda bersama yang terus berjalan. Selain memperkuat ukhuwah, forum tersebut juga menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman dan menjaga semangat belajar di kalangan alumni.

“Harapannya, para alumni dapat terus guyub, menjaga silaturahmi, dan bersama-sama menghidupkan tradisi keilmuan pesantren di tengah masyarakat,” tutur Miftahul Ma’no.

Baca Lainnya  KH Idris Salis: Kader Ansor Jangan Berhenti Belajar, Merasa Sudah Tahu Justru Bisa Menjadi Awal Kebodohan

Sementara itu, Ketua ITMAM, Ustadz Abdul Rohman, menjelaskan bahwa pertemuan rutin alumni diarahkan untuk menjaga kesinambungan hubungan antara alumni dengan sesama alumni maupun dengan Pondok Pesantren Al Falah MIM Karangtengah.

“ITMAM dibentuk sebagai wadah silaturahmi. Setelah para santri menjadi alumni dan kembali ke daerah masing-masing, ikatan kekeluargaan jangan sampai terputus,” ungkapnya.

Abdul Rohman mengatakan, kajian kitab Fathul Qorib dipilih sebagai bagian dari upaya mempertahankan semangat belajar dan tradisi keilmuan pesantren. Menurutnya, alumni memiliki tanggung jawab untuk terus memperdalam ilmu serta mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kajian Fathul Qorib menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk tetap belajar. Ilmu yang diperoleh di pesantren harus terus dijaga, dikaji, dan diamalkan,” jelasnya.

Ia berharap pertemuan ITMAM dapat terus istiqamah dan semakin memperkuat ukhuwah antarsesama alumni. Menurutnya, silaturahmi yang terjaga merupakan bagian dari nilai penting tradisi pesantren dan dapat menjadi kekuatan untuk bersama-sama memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

“Semoga ITMAM terus istiqamah, semakin guyub, dan menjadi wadah khidmah alumni. Kita jaga silaturahmi, kita lanjutkan tradisi keilmuan pesantren, serta bersama-sama memberikan manfaat bagi umat,” pungkas Abdul Rohman.

Editor: Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *