Warta  

GP Ansor Kabupaten Tegal Perkuat Dakwah Digital, Kader Korwil 5 Dibekali Keterampilan Produksi Konten

Avatar photo
Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tegal menggelar Workshop Transformasi Media Digital Korwil 5 (Jatinegara, Bojong, dan Bumijawa) untuk meningkatkan kapasitas kader dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Kegiatan berlangsung di Aula Pondok Pesantren Roudlatul Jannah, Cerih, Jatinegara, Ahad (11/10/2026).

Jatinegara, Warta NU Tegal

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tegal terus mendorong kadernya beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui penguatan kapasitas media digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Transformasi Media Digital Korwil 5 yang meliputi Kecamatan Jatinegara, Bojong, dan Bumijawa, di Aula Pondok Pesantren Roudlatul Jannah, Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Ahad (11/10/2026).

Mengusung semangat “Transformasi Digital Kader Ansor, menguasai Media, menggerakkan Narasi Menuju Organisasi yang maju dan tangguh”, kegiatan ini membekali kader dengan keterampilan produksi konten, mulai dari copywriting, desain grafis, fotografi, videografi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Peserta juga dikenalkan dengan aplikasi Canva, CapCut, ChatGPT, Gemini AI, Google Flow, dan Flow Music untuk mendukung publikasi kegiatan serta pengembangan media organisasi.

Ketua PAC GP Ansor Jatinegara yang mewakili Korwil 5, Sahabat Nurfathi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Tegal. Menurutnya, PAC di wilayah Korwil 5 bertugas menjadi tuan rumah sekaligus mendukung kelancaran kegiatan yang difasilitasi oleh pimpinan cabang.

“Seluruh kegiatan pada siang hari ini difasilitasi oleh Pimpinan Cabang, termasuk materi dan konsumsi. Kami dari Pimpinan Anak Cabang hanya menjadi tuan rumah. Semoga kami bisa menjadi tuan rumah yang baik, dan kami mohon maaf kepada sahabat-sahabat semua apabila masih ada kekurangan dalam penyambutan maupun pelayanan,” ujar Nurfathi.

Ia menjelaskan, pemilihan Aula Pondok Pesantren Roudlatul Jannah, Cerih, juga mempertimbangkan kenyamanan peserta, khususnya kader yang datang dari wilayah yang cukup jauh. Selain itu, kondisi ketersediaan air di Jatinegara menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan lokasi kegiatan agar peserta dapat mengikuti acara dengan lebih nyaman.

Nurfathi berharap seluruh kader GP Ansor yang hadir dapat mengikuti pelatihan secara serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah keterampilan. Menurutnya, materi yang dipelajari mungkin sudah sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, tetapi belum tentu telah dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan organisasi.

Baca Lainnya  63 Kader dari 22 Ranting Ikuti LKD Fatayat NU Tarub, Perkuat Kaderisasi dan Tradisi Khidmah

“Hal-hal yang akan kita pelajari ini sebenarnya sudah lama kita kenal, tetapi mungkin belum terbiasa kita gunakan. Kita setiap hari berhadapan dengan teknologi, termasuk AI dan ChatGPT, tetapi belum tentu sudah memanfaatkannya dengan baik. Semoga kegiatan ini menjadi pembelajaran yang sangat bermanfaat, khususnya bagi Gerakan Pemuda Ansor di tingkat Pimpinan Anak Cabang,” katanya.

Ia juga mengajak peserta menjaga semangat kebersamaan selama kegiatan berlangsung. Baginya, pelatihan tersebut bukan sekadar forum berkumpul, melainkan kesempatan bagi kader untuk memperoleh ilmu yang dapat diterapkan dalam aktivitas organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.

“Saya berharap sahabat-sahabat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan sungguh-sungguh. Sebagai kader, kita harus mampu membawa manfaat, baik bagi diri sendiri maupun organisasi Gerakan Pemuda Ansor. Mudah-mudahan ilmu yang diperoleh hari ini benar-benar bisa digunakan dan dikembangkan setelah kembali ke wilayah masing-masing,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal, Sahabat Abdul Basir, menyampaikan apresiasi kepada para ketua PAC dan seluruh kader yang menghadiri kegiatan tersebut. Ia menilai partisipasi peserta menunjukkan adanya semangat untuk belajar dan meningkatkan kemampuan di bidang media digital.

“Alhamdulillah, kalau saya melihat kehadiran peserta di antara lima wilayah ini cukup maksimal. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada ketua-ketua PAC dan sahabat-sahabat sekalian yang sudah hadir. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kemampuan kader Ansor dalam mengelola media,” kata Abdul Basir.

Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Berbagai pengetahuan dan informasi kini dapat diakses melalui telepon pintar, termasuk informasi keagamaan. Karena itu, kader Ansor dan Banser perlu memahami perubahan tersebut serta menggunakannya secara bijak dan produktif.

“Sekarang kita hidup di zaman dengan kemajuan teknologi yang luar biasa. Hampir semua informasi bisa dijangkau hanya melalui satu genggaman tangan. Karena itu, kader Ansor dan Banser jangan hanya menjadi pengguna atau penikmat teknologi. Kita harus mampu memanfaatkan media digital untuk menghasilkan karya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Baca Lainnya  Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, IGRA Jatinegara Gelar Istighotsah dan Santunan Yatim untuk Meneguhkan Kepedulian dan Spirit Hijrah

Menurut Abdul Basir, media sosial dapat menjadi sarana strategis untuk mengenalkan kegiatan GP Ansor, aktivitas sosial, serta dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. Publikasi yang konsisten dinilai penting agar kegiatan dan kontribusi kader di tingkat ranting maupun PAC dapat diketahui masyarakat luas.

“Kalau kita tidak bijak menggunakan media sosial, jempol kita bisa membawa dampak negatif maupun positif. Maka, kader Ansor dan Banser harus mampu memanfaatkan media untuk mempublikasikan kegiatan organisasi, mengedukasi masyarakat, serta memberikan pencerahan tentang akidah Ahlussunnah wal Jamaah. Kegiatan kita banyak, tetapi kalau tidak dipublikasikan, masyarakat bisa jadi tidak mengetahuinya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, aktivitas publikasi di media digital juga dapat membantu memperluas jangkauan dakwah dan memperkuat kehadiran narasi keislaman yang sejalan dengan nilai-nilai Nahdlatul Ulama. Menurutnya, konsistensi dalam membuat konten yang informatif, edukatif, dan menarik menjadi salah satu kebutuhan organisasi pada era digital.

“Sekarang kita harus rajin memublikasikan kegiatan keagamaan dan aktivitas organisasi melalui media sosial. Jangan sampai kegiatan Ansor dan Banser yang bermanfaat bagi masyarakat justru tidak diketahui karena tidak terdokumentasikan dan dipublikasikan. Media digital harus kita jadikan sarana untuk menyebarkan informasi yang baik sekaligus memperkuat dakwah Ahlussunnah wal Jamaah,” tegasnya.

Selain mendukung publikasi organisasi, Abdul Basir melihat keterampilan digital berpotensi membuka peluang ekonomi bagi kader. Penguasaan media sosial, pembuatan konten, serta pemanfaatan platform digital dapat dikembangkan untuk mendukung promosi usaha dan menambah penghasilan, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Media online sekarang juga bisa menjadi sarana mencari penghasilan. Kader tidak harus semuanya menjadi guru atau pejabat. Sahabat yang memiliki usaha bisa memanfaatkan media digital untuk promosi dan pemasaran. Karena itu, keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini hendaknya tidak berhenti pada teori, tetapi benar-benar diterapkan untuk mengembangkan organisasi sekaligus membuka peluang usaha,” paparnya.

Baca Lainnya  Workshop Transformasi Media Digital, Ketua PC GP Ansor Tegal M. Abdul Basir Ajak Kader Jadi Penggerak Narasi Positif

Sebagai tindak lanjut, PC GP Ansor Kabupaten Tegal juga mendorong penguatan tim media yang mampu bekerja secara terarah dan berkelanjutan. Tim tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun organisasi melalui publikasi digital, dokumentasi kegiatan, dan penyebaran informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Ke depan, saya sudah menginstruksikan Lembaga Media agar membangun tim khusus dengan semangat ‘Maju dan Tangguh’. Saya berharap sahabat-sahabat yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi bagian dari penguatan media Ansor Kabupaten Tegal. Materi mulai dari penulisan, pengambilan foto, hingga pemanfaatan AI harus dicermati dan dipraktikkan agar bisa membesarkan organisasi di wilayah masing-masing,” pungkas Abdul Basir.

Workshop Transformasi Media Digital Korwil 5 ini menjadi bagian dari ikhtiar GP Ansor Kabupaten Tegal dalam menyiapkan kader yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui penguasaan keterampilan digital, kader diharapkan semakin terampil mendokumentasikan kegiatan, memproduksi konten kreatif, memperkuat dakwah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, serta menghadirkan informasi yang mencerahkan di ruang digital.

Editor: Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *